Kuala Lumpur,
Kompas - Perkembangan industri kreatif diyakini mampu membuka
lapangan kerja untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang
signifikan. Untuk itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk berkomitmen
mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif di Tanah
Air.
Hal itu disampaikan Vice President Industrial
Relations Telkom Wien Aswantoro Waluyo di sela-sela Youth Engagement
Summit (YES) 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (16/11).
Kegiatan dengan tema ”South East Asia Youth for Change”
ini diikuti lebih dari 1.000 peserta dari Malaysia, Singapura,
Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, dan Brunei.
Indonesia, kata Wien, memiliki sumber daya manusia yang kreatif.
Hal ini tampak dari kemampuan masyarakat Indonesia bangkit dan
membangun berbagai jenis usaha saat krisis ekonomi tahun 1998.
Diperkirakan, pasar dan sumber daya manusia kreatif di Indonesia
47 persen dari jumlah penduduk.
Dengan pasar dan sumber daya manusia sebanyak itu, industri kreatif
di Indonesia dapat menciptakan 5,4 juta lapangan kerja dan berkontribusi
6,3 persen terhadap produk domestik bruto. Jika pada 2008 PDB
Indonesia Rp 4.954 triliun, kontribusi industri kreatif bisa Rp
312 triliun.
Untuk mendukung pertumbuhan industri kreatif,
kata Wien, sejak 2007 Telkom meluncurkan Indonesian Digital Community
(Indigo), yaitu wadah industri kreatif Indonesia yang memanfaatkan
teknologi digital.
Program yang dilakukan adalah ”Bagimu Guru
Kupersembahkan”, ”Santri Indigo”, ”Education
for Tomorrow”, ”Kampung Digital”, ”Sistem
Informasi Administrasi Pendidikan Online”, dan ”Indigo
Fellowship 2009”.
Dari 700 peserta, Telkom memilih dan memfasilitasi
11 pemenang Indigo Fellowship untuk mengikuti YES 2009 16-17 November.
Pembicara di YES 2009, antara lain, adalah Co-Founder Twitter.com
Biz Stone, Direktur Marketing Facebook.com Randi Zuckerberg, Chief
Executive Officer Air Asia Datuk Seri Tony Fernandes, dan Grand
Master Internasional Garry Kasparov.
Organizing Chairman YES 2009 Harmandar Singh mengatakan,
acara ini memotivasi generasi muda di Asia guna menjadi pemimpin
muda yang akan mengatasi tantangan abad ke-21.